|| PUSAT PEMESANAN & KONSULTASI DE NATURE || WA/SMS : 0858 - 7706 - 2008 / 24 JAM SETIAP HARI ||

Rawannya Penyakit Kelamin Pada Remaja

Info hello de nature, Akhir – akhir ini banyak ditemukan kasus meningkatnya penderita penyakit kelamin pada remaja di berbagai kota besar di Indonesia. Hal ini perlu kita waspadai bersama karena hampir semua penyakit kelamin adalah merupakan penyakit menular, jika seseorang terinfeksi penyakit kelamin dan orang tersebut melakukan hubungan seksual sudah pasti pasangan seksualnya tertular penyakit tersebut.

Edukasi tentang bahaya penyakit kelamin sangat penting, mengingat minimnya pengetahuan tentang penyakit kelamin sangat berpengaruh terhadap penyebaran penyakit tersebut. Semakin minim pengetahuan penyakit kelamin akan semakin besar potensi penyebarannya, wajib bagi kami selaku praktisi kesehatan herbal, untuk menyampaikan informasi ini.
Peran orang tua dan peran lembaga pendidikan sangat di perlukan, karena usia remaja adalah usia yang sangat rawan terhadap penyebaran penyakit kelamin di lingkungan sosialnya. Pergaulan bebas mengarah pada perbuatan seks bebas yang sangat beresiko terjangkitnya penyakit kelamin.
Banyaknya penderita penyakit kelamin diusia remaja, ini membuktikan bahwa pada usia remaja ini mengalami peningkatan kasus yang cukup signifikan tidak hanya di Jakarta, Bandung, Denpasar tetapi fenomena peningkatan pendrita penyakit kelamin pada remaja juga terjadi di kota-kota di kalimantan, Pontianak, Bnjarmasin, Banjarbaru dan lain-lain juga jumlah remaja yang mengidap penyakit kelamin cukup tinggi.

Penyakit Kelamin Remaja

Berikut kami sampaikan penyakit kelamin yang banyak di temukan di kalangan Remaja :

Penyakit Kelamin Herpes

Herpes genital adalah infeksi pada alat kelamin yang bisa terjadi pada pria dan wanita. Penyakit ini termasuk salah satu infeksi menular seksual (IMS) karena umumnya ditularkan melalui hubungan seksual (vagina, anal, dan oral). Herpes genital bisa dikenali dengan kemunculan luka melepuh berwarna kemerahan dan terasa sakit di sekitar area kelamin. Luka ini bisa pecah dan menjadi luka terbuka.
Infeksi yang terjadi pada kasus herpes genital disebabkan oleh virus herpes simpleks atau sering disebut sebagai HSV. HSV dapat menular dan masuk ke dalam tubuh melalui berbagai membran mukosa dalam tubuh, seperti mulut, kulit, dan kelamin. Virus ini seringkali menetap di tubuh manusia dan suatu saat bisa aktif lagi. Saat virus ini aktif, gejala-gejala herpes genital akan kembali muncul. Virus ini bisa kambuh antara empat sampai lima kali pada dua tahun pertama sejak terinfeksi.
Penyebab Herpes Genital

Herpes genital disebabkan oleh virus herpes simpleks atau HSV yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks vagina, oral, dan anal. Ada dua jenis virus herpes simpleks, yakni HSV tipe 1 dan HSV tipe 2. Herpes genital umumnya disebabkan oleh HSV tipe 2. HSV tipe 1 seringkali menyebabkan herpes di rongga mulut, atau yang seringkali disebut dengan cold sores. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa herpes genitalis juga disebabkan oleh HSV tipe 1.
Penyebaran virus ini terjadi melalui kontak langsung dengan pasangan yang terinfeksi oleh HSV. Hal ini bisa terjadi meski orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala apa pun. Virus ini menyebar melalui bagian yang lembap dari dinding kulit kelamin, mulut, dan anus. Selain itu, virus ini juga bisa menyebar melalui luka herpes dan bisa terjadi di sekitar mulut, mata, dan bagian tubuh lain.
Herpes genital tidak bisa menyebar melalui benda perantara, kecuali dengan alat bantu seksual yang dipakai oleh penderita herpes. Peralatan seperti handuk, alat makan, dan sikat gigi umumnya tidak bisa menjadi perantara penyebaran virus ini. Sebab, virus tidak akan sanggup bertahan lama jika terlepas dari kulit.
Herpes genital sangat mudah menular. Setelah terinfeksi, tubuh penderitanya akan selamanya memiliki virus ini. HSV bisa bersifat laten untuk beberapa waktu sebelum menjadi aktif lagi. Inilah yang menyebabkan herpes genital bisa kambuh.
Virus HSV akan kembali aktif ketika sistem pertahanan tubuh menurun. Hal ini bisa terjadi ketika penderita sedang mengalami infeksi, sedang mengalami masa-masa stres, sedang menjalani kemoterapi sebagai langkah pengobatan kanker, atau terkena virus HIV. Selain itu, konsumsi alkohol yang berlebihan juga dapat memicu virus HSV untuk kembali aktif.

Komplikasi ( dampak sistemik herpes )
Infeksi Menular Seksual Lainnya

Penderita herpes genital dengan luka terbuka memiliki risiko lebih tinggi untuk menyebarkan atau tertular penyakit seksual lainnya, terutama jika berhubungan seksual tanpa pengaman. Penularan paling parah adalah terjadinya komplikasi berupa HIV/AIDS.

Inflamasi atau Peradangan

Pada beberapa kasus, herpes genital bisa menyebabkan inflamasi atau peradangan di saluran kemih. Pembengkakan yang terjadi bisa menutup jalur uretra selama beberapa hari. Dalam kasus ini, kateter harus dimasukkan untuk menyedot isi kandung kemih.
Selain pada uretra, peradangan juga bisa terjadi pada bagian rektal. Inflamasi pada dinding rektum ini lebih sering terjadi pada pria yang berhubungan seksual dengan pria lainnya. Pada kasus yang sangat langka, virus herpes simpleks juga bisa mengakibatkan meningitis atau radang pada selaput otak.
Pada Masa Kehamilan

Virus herpes simpleks atau HSV bisa menimbulkan masalah kehamilan. Virus ini bisa ditularkan kepada bayi saat melahirkan. Jika infeksi HSV terjadi sebelum kehamilan, kemungkinan penularan pada sang bayi sangatlah kecil.
Penyakit Kencing Nanah

Kencing nanah atau gonore adalah salah satu penyakit menular seksual. Pada pria, gonore akan menimbulkan gejala berupa keluarnya nanah dari penis. Selain itu, penderita gonore akan merasakan perih saat buang air kecil.
Berbeda dengan gonore pada pria, jika terjadi pada wanita gonore bisa tidak menimbulkan gejala. Penyakit gonore dapat sembuh dalam beberapa hari, jika diberikan pengobatan yang tepat dan segera.
Gonore umumnya menimbulkan gejala pada organ kelamin. Seperti telah dikatakan sebelumnya, gejala gonore yang dialami oleh pria berbeda dengan wanita. Dan perlu diingat, penyakit gonore sering kali tidak menimbulkan gejala pada wanita.
Gejala gonore pada pria antara lain:
  • Keluar nanah pada ujung penis
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Bengkak dan nyeri pada salah satu testis
  • Ujung penis merah dan bengkak.
  • Gejala gonore pada wanita antara lain:
  • Nyeri saat buang air kecil atau saat melakukan hubungan intim.
  • Bertambahnya frekuensi buang air kecil.
  • Sakit perut dan panggul.
  • Keputihan.
  • Keluar darah dari vagina setelah melakukan hubungan seksual
  • Keluar darah dari vagina ketika tidak sedang menstruasi
  • Menstruasi yang lebih banyak atau lebih lama dari biasanya.
Gonore juga dapat terjadi pada organ lain selain kelamin. Masing-masing organ yang terkena gonore akan memunculkan gejala yang berbeda, seperti:
  • Gonore pada anus, gejalanya berupa anus gatal, keluar darah atau nanah dari anus.
  • Gonore pada sendi, gejalanya berupa radang sendi, yaitu kemerahan, pembengkakan, dan nyeri saat digerakkan.
  • Gonore pada tenggorokan, ditandai dengan sakit tenggorokan yang sulit sembuh dan munculnya benjolan di leher (pembengkakan kelenjar getah bening).
  • Gonore pada mata, gejalanya berupa mata merah, keluarnya nanah dari mata, dan menjadi sensitif terhadap cahaya.
Penyebab Gonore
Penyebab gonore adalah infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini paling sering menular melalui hubungan intim, termasuk seks oral dan seks anal. Seseorang lebih mudah terkena gonore apabila sering bergonta-ganti pasangan seks atau bekerja sebagai pekerja seks.
Komplikasi Gonore / Kencing nanah
  • Gonore dapat menimbulkan komplikasi jika tidak diobati, baik itu pada pria, wanita, maupun bayi. Komplikasi gonore yang dapat muncul pada pria antara lain:
  • Epididimitis
  • Luka pada saluran kencing
  • Terdapat nanah di dalam penis
  • Mandul
Wanita lebih rentan mengalami komplikasi gonore dibanding pria, karena sering kali tidak bergejala sehingga tidak diobati. Beberapa komplikasi akibat gonore pada wanita adalah :
  • Penyakit radang panggul
  • Sumbatan pada saluran telur (tuba falopi), yang memicu munculnya kehamilan ektopik
  • Kemandul
  • Gonore juga dapat menyebabkan komplikasi pada bayi, mulai dari kulit kering dan bersisik, rentan terserang penyakit, hingga kebutaan.
Penyakit gonore dapat berkaitan dengan infeksi HIV, karena sama-sama menular melalui hubungan intim. Bila Anda menderita gonore, sebaiknya lakukan juga skrining terhadap penyakit HIV.
Penyakit Kutil kelamin

Kutil kelamin adalah benjolan kecil yang tumbuh di sekitar area kelamin dan dubur. Penyakit ini bisa dialami siapa saja yang aktif secara seksual. Kutil kelamin berbeda dengan kutil yang tumbuh di bagian tubuh lain, karena kondisi ini termasuk infeksi menular seksual.
Penyebaran kutil kelamin terjadi melalui hubungan seksual, baik melalui vagina, maupun secara oral atau anal. Di samping itu, virus juga bisa menular ketika tangan penderita kutil kelamin menyentuh kelamin sendiri, lalu menyentuh kelamin pasangannya.
Penyebaran kutil kelamin juga dapat terjadi, akibat berbagi penggunaan alat bantu seks (sex toys). Pada kasus yang jarang terjadi, kutil kelamin dapat menular ke bayi, dari ibu yang terinfeksi virus.
Kutil kelamin berukuran kecil, dengan warna serupa kulit atau sedikit lebih gelap. Oleh karena itu, kutil kadang sulit terlihat dengan kasat mata. Kutil dapat tumbuh secara tunggal, dan bisa juga berkelompok serta membentuk struktur seperti kembang kol.
Meskipun kadang tidak terlihat, kutil kelamin tetap dapat menimbulkan sejumlah gejala, antara lain gatal dan rasa tidak nyaman di area kelamin, sensasi seperti terbakar, serta nyeri dan perdarahan saat berhubungan intim.
Pada pria, kutil kelamin dapat tumbuh di sejumlah area, seperti:
  • Batang atau ujung penis.
  • Kantung buah zakar.
  • Selangkangan.
  • Paha bagian atas.
  • Sekitar atau di dalam anus.
Sedangkan pada wanita, kutil kelamin dapat tumbuh di:
  • Dinding vagina.
  • Vulva (bagian luar vagina).
  • Daerah antara vagina dan anus (perineum).
  • Di dalam vagina atau di dalam anus.
  • Leher rahim.
Selain pada kelamin dan area di sekitarnya, kutil kelamin juga dapat tumbuh di lidah, bibir, mulut, dan tenggorokan. Kondisi ini biasanya terjadi akibat melakukan seks oral dengan orang yang terinfeksi kutil kelamin.
Penyebab Kutil Kelamin

Kutil kelamin disebabkan oleh human papillomavirus (HPV). Meskipun terdapat lebih dari 120 jenis virus HPV, hanya 30-40 jenis virus HPV yang menular melalui kontak seksual. Dari 30 jenis virus HPV tersebut, 90 persen kasus kutil kelamin disebabkan oleh virus HPV tipe 6 dan HPV tipe 11.
Faktor Risiko Kutil Kelamin

Individu yang aktif secara seksual lebih berisiko terserang kutil kelamin, terutama jika berhubungan seks dengan orang yang terinfeksi HPV. Risiko terinfeksi akan lebih besar bila berhubungan intim dengan lebih dari satu partner seksual, tanpa mengenakan kondom.

Sejumlah faktor lain yang memperbesar risiko seseorang menderita kutil kelamin adalah:
  • Hamil.
  • Merokok.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
  • Aktif secara seksual dalam usia relatif muda.
  • Pernah menderita infeksi menular seksual lain.
  • Memiliki riwayat kekerasan seksual saat masih kecil.
  • Berhubungan intim dengan seseorang yang tidak diketahui riwayat kehidupan seksualnya.
Mencegah Infeksi kutil Kelamin
Cara terbaik untuk mencegah kutil kelamin adalah tidak berhubungan seks dengan seseorang yang tidak Anda ketahui riwayat seksualnya. Hal ini karena bisa saja pasangan seksual Anda terserang kutil kelamin, namun tidak diketahuinya karena tidak menimbulkan gejala.
Langkah pencegahan lain adalah dengan menggunakan kondom setiap berhubungan seks. Hanya saja perlu diingat bahwa kondom tidak 100 persen efektif mencegah kutil kelamin. Di samping itu, penting untuk tidak berganti-ganti pasangan seksual dan berbagi pakai alat bantu seks.
Metode selanjutnya untuk mencegah kutil kelamin adalah dengan imunisasi HPV. Vaksin HPV diberikan 2 atau 3 kali sebelum seseorang mulai aktif secara seksual, yaitu mulai usia 10 sampai 18 tahun. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian vaksin pada usia yang dianjurkan dapat mengurangi risiko kutil kelamin hingga lebih dari 50 persen.
Penyakit Kelamin Sipilis / Sifilis
Sifilis atau raja singa adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri bernama Treponema pallidum. Sifilis adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS). Umumnya, infeksi ini menyebar melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Selain melalui hubungan intim, bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui pajanan cairan tubuh penderitanya, misalnya melalui darah.
Pada umumnya, kontak langsung terjadi melalui hubungan seksual. Hubungan seksual ini bisa berbentuk seks vaginal, anal, maupun oral. Selain itu, berbagi jarum juga bisa menularkan infeksi penyakit ini, baik pada pengguna narkoba suntik maupun pada penyuka seni merajah tubuh, misalnya tato dan menindik telinga.
Penularan sifilis juga bisa terjadi dari seorang wanita hamil kepada bayi yang dikandungnya. Kondisi ini dikenal sebagai sifilis kongenital. Kematian bayi di dalam kandungan bisa terjadi karena infeksi ini.
Bakteri penyebab sifilis tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia, dan penyakit ini tidak dapat ditularkan lewat cara-cara di bawah ini:
  • Memakai toilet yang sama dengan pengidap sifilis.
  • Berbagi peralatan makan yang sama.
  • Memakai pakaian yang sama.
  • Berbagi kolam renang atau pun kamar mandi yang sama.
Gejala pertama sifilis muncul sekitar tiga minggu setelah bakteri memasuki tubuh. Infeksi sifilis terbagi menjadi empat tahapan utama, antara lain:

Sifilis / sipilis Primer
Penderita sifilis mengalami gejala yang dimulai dengan lesi atau luka pada alat kelamin atau di dalam dan di sekitar mulut. Luka yang terjadi berbentuk seperti gigitan serangga tapi tidak menimbulkan rasa sakit. Pada tahap ini, jika orang yang terinfeksi berhubungan seksual dengan orang lain, penularan sangat mudah terjadi. Luka ini bertahan selama 1-2 bulan. Pada akhirnya, lesi ini akan sembuh tanpa meninggalkan bekas.
Sifilis / sipilis Sekunder
Penderita sifilis sekunder akan mengalami ruam merah serukuran koin kecil dan biasanya ruam ini muncul pada telapak tangan dan telapak kaki. Gejala lain yang mungkin muncul adalah demam, nafsu makan menurun, radang tenggorokan dan kutil kelamin. Fase ini bisa bertahan selama satu hingga tiga bulan.
Sifilis / sipilis Laten

Setelah fase sifilis sekunder, sifilis seakan-akan menghilang dan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Masa laten ini bisa bertahan sekitar dua tahun sebelum kemudian lanjut ke masa yang paling berbahaya dalam infeksi sifilis yaitu sifilis tersier.
Sifilis / sipilis Tersier

Jika infeksi tidak terobati, sifilis akan berkembang ke tahapan akhir, yaitu sifilis tersier. Pada tahap ini, infeksi bisa memberi efek yang serius pada tubuh. Beberapa akibat dari infeksi pada tahapan ini adalah kelumpuhan, kebutaan, demensia, masalah pendengaran, impotensi, dan bahkan kematian jika tidak ditangani.
Sifilis paling mudah menular pada fase sifilis primer dan sekunder. Jika Anda merasa terinfeksi sifilis, segera periksakan diri ke dokter atau klinik spesialis penyakit kelamin untuk memastikan diagnosis terhadap sifilis. Makin cepat sifilis diobati, makin kecil kemungkinan sifilis berkembang menjadi penyakit yang serius.
Penyakit – penyakit kelamin di atas adalah penyakit kelamin yang sering di temukan di masyarakat, terutama di kalangan remaja dan para pelaku seks menyimpang dan terjadi pada remaja pelaku seks bebas.  Kami menghimbau untuk anda semua berhati – hati dalam menentukan pasangan seksual, agar dapat mengurangi resiko terinfeksi penyakit tersebut diatas. Semoga artikel ini bermanfaat untuk dapat di jadikan wawasan dalam mengenali gejala penyakit kelamin sejak dini.

Solusi Herbal Untuk Mengatasi Penyakit Kelamin

De Nature adalah salah satu perusahaan obat herbal yang sangat berpengalaman dalam membuat ramuan alami untuk mengatasi berbagai masalah penyakit kelamin seperti disebutkan diatas. Telah puluhan tahun produk De Nature, menjadi solusi yang efektif serta efisien dan sangat mudah di dapat secara Online, kapan saja dan dimana saja.
Beli Obat Penyakit Kelamin di Hello De Nature, telah memiliki legalistas yang tidak diragukan lagi sesuai Standar BPOM RI dan telah mendapat sertifikat Internasional ( ISO 9001-2015 ). Sudah 10 th De Nature melayani pemesanan dalam dan Luar Negeri.
Obat Herbal De Nature ( sipilis, kencing nanah, herpes dan kutil kelamin ).



De Nature Indonesia
 Hebal Asli Indonesia
( Aman, Berkhasiat dan Bermutu Tinggi )
Hubungi kami di :
0857 – 4260 – 0115
 
Hello De Nature
Herbal standar Internasional
Share: