|| PUSAT PEMESANAN & KONSULTASI DE NATURE || WA/SMS : 0857 - 4260 - 0115 / BBM : E349C743 ||

Obat Alami Penyakit Kuning

Mungkin anda salah satu warga Banjarmasin yang menderita penyakit kuning, alangkah baiknya baca baik baik artikel ini yang insya Alloh solusi untuk mengatasi penyakit yang anda derita ada di sini. Definisi penyakit kuning dan berbagai penjelasan terkait penyakit kuning ini tersedia disini.
Rp. 700.000,-

Dan selanjutnya anda akan diberi solusi dengan obat alami penyakit kuning di Banjarmasin, yang maksudnya anda bisa pesan langsung melalui nomor layanan yang tertera diartikel atau di website ini. Salah satu website resmi De nature Indonesia, produsen obat herbal asli Indonesia yang sudah berstandar internasional, aman efektif serta sangat berkhasiat mengatsai berbagai macam penyakit.

Penyakit kuning adalah kondisi yang ditandai dengan menguningnya kulit, sklera (bagian putih dari mata), serta membran mukosa hidung dan mulut akibat penumpukan bilirubin di dalam darah dan jaringan-jaringan tubuh lain. Gejala lainnya bisa berupa urine yang berwarna keruh (gelap) dan tinja yang berwarna pucat.

Bilirubin terbentuk ketika hemoglobin terurai akibat proses pembaruan sel darah merah yang sudah tua atau telah rusak. Setelah bilirubin terbentuk, zat ini kemudian masuk ke pembuluh darah untuk selanjutnya dibawa ke hati. Di dalam organ ini, bilirubin kemudian bercampur dengan empedu. Bilirubin yang telah bercampur dengan empedu ini lalu dipindahkan ke saluran pencernaan melalui saluran empedu sebelum akhirnya dibuang ke luar tubuh beserta urine dan tinja.

penyakit kuning

Jika proses di atas mengalami gangguan dan bilirubin terlambat masuk ke hati atau saluran empedu, maka zat ini akan bertumpuk di dalam darah dan mengendap di kulit sehingga terlihatlah gejala penyakit kuning.

Penyakit kuning dibagi menjadi tiga jenis, yaitu pre-hepatic, intra-hepatic, dan post-hepatic. Penyakit kuning pre-hepatic terjadi ketika sel darah merah mengurai terlalu cepat sebelum waktunya sehingga kadar bilirubin meningkat pesat. Kondisi ini bisa diakibatkan oleh penyakit anemia hemolitik, malaria atau anemia sel sabit. Penyakit kuning pre-hepatic bisa diderita oleh segala usia.

Berbeda dari pre-hepatic, penyakit kuning intra-hepatic terjadi ketika hati mengalami kerusakan sehingga kemampuan organ tersebut dalam memproses bilirubin menjadi terganggu. Kerusakan hati bisa disebabkan oleh hepatitis dan sirosis. Penyakit kuning intra-hepatic kebanyakan diderita oleh orang-orang yang sudah menginjak usia paruh baya.

Sedangkan untuk jenis penyakit kuning yang ketiga, yaitu post-hepatic, terjadi karena adanya gangguan di dalam saluran empedu sehingga bilirubin tidak sepenuhnya terbuang ke dalam saluran pencernaan. Kondisi ini bisa disebabkan oleh batu empedu, pankreatitis, atau tumor. Sama seperti intra-hepatic, penyakit kuning post-hepatic kebanyakan diderita oleh orang-orang yang sudah menginjak usia paruh baya.

Diagnosis penyakit kuning

Temuilah dokter jika Anda mengalami gejala-gejala penyakit kuning. Ada beberapa jenis tes yang mungkin ditawarkan oleh dokter guna mendeteksi penyebab penyakit kuning, di antaranya tes urine, tes darah, dan tes fungsi hati. Selain itu, ada juga tes pemindaian yang biasanya ditawarkan apabila dokter mencurigai penyakit kuning disebabkan oleh kerusakan di dalam organ hati atau saluran empedu.

Pengobatan penyakit kuning

Pengobatan penyakit kuning tergantung dari penyebab, jenis, dan tingkat keparahannya. Sebagai contoh, operasi mungkin akan ditawarkan oleh dokter jika penyakit kuning disebabkan oleh saluran empedu yang tersumbat. Contoh lainnya adalah transfusi darah, jika penyakit kuning disebabkan anemia sel sabit. Jika penyakit kuning disebabkan oleh kerusakan hati yang sudah sangat parah, kemungkinan dokter akan menawarkan transplantasi atau pencangkokan hati.

Pencegahan penyakit kuning

Karena ada ragam masalah kesehatan yang bisa menyebabkan penyakit kuning, maka tidak semua kasus dapat dicegah. Meski begitu, untuk meminimalkan risiko terkena penyakit tersebut, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya dengan menjaga berat badan tetap pada batas yang sehat, membatasi konsumsi minuman beralkohol, melakukan vaksinasi hepatitis A dan B, serta tidak menyuntikkan narkoba ke tubuh agar terhindar dari hepatitis C.

Penyakit kuning terjadi ketika proses pembuangan zat bilirubin yang merupakan hasil dari penguraian sel darah merah mengalami gangguan sehingga bertumpuk di dalam darah dan jaringan tubuh.

Berdasarkan letak terjadinya gangguan tersebut, penyakit kuning dibagi menjadi menjadi tiga jenis. Pertama adalah penyakit kuning pre-hepatic. Pada kondisi ini, gangguan terletak pada sel darah merah. Sel darah merah mengalami penguraian terlalu cepat mengakibatkan kadar bilirubin meningkat pesat. Tingginya kadar bilirubin di dalam aliran darah membuat organ hati kewalahan melakukan metabolisme sehingga muncullah gejala penyakit kuning. Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sel darah merah terurai dengan cepat, di antaranya:
  • Anemia sel sabit
  • Anemia hemolitik
  • Malaria
  • Talasemia
  • Sferositosis turunan
  • Sindrom Crigler-Najjar
  • Defisiensi enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase
Jenis penyakit kuning yang kedua adalah intra-hepatic. Pada kondisi ini, gangguan terletak di dalam hati. Organ tersebut mengalami kerusakan sehingga tidak bisa memproses bilirubin. Ada beberapa faktor yang bisa membuat hati rusak, di antaranya:
Konsumsi minuman beralkohol berlebihan
  • Sirosis
  • Sindrom Gilbert
  • Leptospirosis
  • Hepatitis A, B, dan C
  • Demam kelenjar
  • Kanker hati
  • Overdosis parasetamol
  • Penggunaan ekstasi
  • Paparan carbon tetrachloride (bahan yang dipakai untuk pembuatan kulkas) atau phenol (bahan yang dipakai dalam pembuatan plastik)
  • Sindrom Dubin-Johnson
  • Obesitas
Jenis penyakit kuning yang ketiga adalah post-hepatic. Pada kondisi ini, gangguan terletak di dalam saluran empedu. Gangguan bisa berupa penyumbatan, inflamasi, atau bahkan kerusakan jaringan. Jika saluran empedu terganggu, maka proses pemindahan bilirubin ke dalam saluran pencernaan tidak akan berjalan lancar. Sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan gangguan saluran empedu di antaranya adalah:
  • Kolangitis sklerotik primer (kelainan autoimun yang menyebabkan pembengkakan saluran empedu yang berada di dalam jaringan hati)
  • Pankreatitis
  • Batu empedu­
  • Cholangitis
  • Infeksi parasit
  • Kanker pankreas, kanker saluran empedu, dan kanker kandung empedu

Pengobatan

Pengobatan penyakit kuning tergantung dari jenis dan penyebabnya. Pada kasus penyakit kuning pre-hepatic, tujuan pengobatan adalah untuk mengantisipasi penguraian sel darah merah yang terlalu cepat sehingga penumpukan bilirubin dapat dicegah. Sebagai contoh, jika pre-hepatic disebabkan oleh penyakit talasemia atau anemia sel sabit, maka dokter akan menyarankan prosedur transfusi darah. Sedangkan jika disebabkan oleh malaria, maka pengobatan dengan obat antimalaria akan dibutuhkan. Beberapa contoh obat antimalaria di antaranya adalah mefloquine, doxycycline, atovaquone plus proguanil, serta kombinasi chloroquine dan proguanil.

Pada kasus penyakit kuning intra-hepatic, tujuan pengobatan adalah untuk memperbaiki kerusakan hati dan mencegah meluasnya kerusakan pada organ tersebut. Sebagai contoh, jika kerusakan hati disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan, maka penderita wajib membatasinya. Jika disebabkan oleh paparan zat kimia tertentu, maka penderita harus menghindarinya. Jika kerusakan hati disebabkan oleh infeksi virus (misalnya pada penyakit demam kelenjar atau hepatitis viral), maka penggunaan obat antivirus mungkin akan dibutuhkan. Namun apabila kerusakan pada hati sudah terlalu parah dan sulit diperbaiki, maka dokter kemungkinan akan menyarankan operasi transplantasi atau pencangkokan hati.

Pada kasus penyakit kuning post-hepatic, tujuan pengobatan adalah untuk menghilangkan penyumbatan di dalam saluran empedu guna memperlancar pembuangan hemoglobin yang sudah bercampur dengan cairan empedu ke saluran pencernaan. Umumnya pengobatan pada kasus ini adalah melalui pembedahan. Jika dirasa perlu, dokter bahkan akan melakukan pengangkatan kandung empedu atau sebagian dari pankreas yang bermasalah untuk mencegah adanya penyumbatan lagi di masa mendatang.

Obat Alami Penyakit Kuning

De Nature telah menciptakan ramuan herbal dalam bentuk kapsul, yang telah di komposisikan dengan tepat untuk mengatasi penyakit kuning. Ramuan ini di padukan dalm bentuk paket yang sudah berupa kapsul, dan terbuat dari bahan bahan alami, merupakan ramuan khas nenek moyang yang sangat efektif mengatasi penyakit kuning. Paket herbal De Nature untuk  penyakit kuning terdiri dari : kapsul habtop, kapsul temu djie, kapsul sambiloto, kapsul gang jie, kapsul pipeca dan kapsul bersih darah.

Ramuan ini sangat aman di konsumsi oleh pria dan wanita, selain berfungsi sebagai antivirus, antibakteri alami juga bermanfaat menetralisir toksin dalam darah serta memperbaiki sel-sel darah merah serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Anda yang menderita penyakit kuning, dapat dengan mudah mendapatkan ramuan herbal De Nature, karena De Nature menggunakan sistem online dalam memasarkan produknya sehingga akan sangat mudah di pesan melalui smartphone yang anda miliki. Hubungi nomor customer service kami melalui nomor yang tertera dalam website ini, jaminan amanah pesanan anda di jamin sampai alamat dan kami menjamin uang kembali 100% jika pesanan tidak sampai ke alamat anda.

Gambar paket  Penyakit Kuning

Rp. 295.000,-

Rp. 445.000,-
Rp.550.000,-
Rp. 850.000,-
Online 24 Jam setiap Hari
Obat Herbal / Alami
De Nature Indonesia
Sahabat setia Untuk Kesehatan Anda
Share: